Latest News

Contoh Penulisan Daftar Pusaka yang Baik dan Benar

Contoh Penulisan Daftar Pusaka yang Baik dan Benar


1. Pustaka Buku dan Buku Terjemahan

Buku. Penulis. Tahun terbit. Judul buku (ditulis miring). Volume (jika ada). Edisi atau cetakan (jika ada). Kota terbit: Nama penerbit.Contoh:
Nurhadi. 1990. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: CV Sinar Baru.
Buku Terjemahan. Penulis asli. Tahun terbit buku terjemahan. Judul buku terjemahan (miring). Volume (jika ada). Edisi (jika ada). Diterjemahkan oleh: nama penerjemah. Kota terbit terjemahan: Nama penerbit terjemahan.Contoh:
Cushing, B.E. 1990. Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan. Edisi ke 3. Diterjemahkan oleh: Kosasih. Jakarta: R.Erlangga.
Artikel dalam Buku. Penulis artikel. Tahun. Judul artikel (miring). Nama editor. Judul buku (miring). Volume (jika ada). Edisi (jika ada). Kota terbit: Nama penerbit.Contoh:
Hedley, C. 1970. Reading and Language Difficultiesm. Wilson, J.A.R. Diagnosis of Learning Difficultiesm. Pp135-156. New York: McGraw-Hill.

2. Pustaka Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Penulis. Tahun. Judul skripsi, tesis, atau disertasi (diberi tanda petik dua). Nama fakultas atau program pascasarjana. Universitas. Kota.

Contoh:

Wahyudi, Johan. 2009. “Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyunting Karangan dengan Penerapan Metode Inkuiri”. Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

3. Pustaka Laporan Penelitian

Peneliti. Tahun. Judul laporan penelitian (diberi tanda petik dua). Nama proyek penelitian. Nama institusi. Kota.

Contoh:

Wahyudi, Johan. 2009. “Meningkatkan Kemampuan Menulis Petunjuk dengan Pemanfaatan Lingkungan Sekolah”. Jurnal Bahasa dan Sastra Nomor 05 Volume 1 Tahun III. Balai Bahasa Kalimantan Timur. Samarinda.

4. Pustaka Artikel Surat Kabar

Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Nama surat kabar (miring). Tanggal terbit. Halaman.

Contoh:

Wiyono, Agung. 2009. “Ayo Menulis Buku”. Majalah Guruku. Edisi Juni 2009. Halaman 13.

5. Pustaka Artikel dari Internet

Ingat, saat menulis pustaka dari internet tidak diperkenankan mengutip artikel dari internet yang tidak ada nama penulisnya.

Artikel Majalah Ilmiah Versi Cetakan. Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Nama majalah (ditulis miring sebagai singkatan resminya). Nomor. Volume. Halaman.
Artikel Majalah Ilmiah Online. Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Nama majalah (ditulis miring sebagai singkatan resminya). Nomor. Volume. Halaman. Alamat website.
Artikel Umum. Penulis. Tahun. Judul artikel (diberi tanda petik dua). Alamat website (miring). Diakses tanggal…Contoh:
Wahyudi, Johan. 2010. “Jika Naskah Buku Ditolak Penerbit”. Http://media.kompasiana.com/buku/2011/01/20/jika-naskah-buku-ditolak-penerbit/Diakses pada Sabtu, 29 Desember 2014 jam 09.15.
Kutipan dari Email. Penulis. Judul (diberi tanda petik dua). Alamat email. Diakses tanggal…Contoh:
Kecil, Lentera. “Keterampilan Menulis Paragraf”. weblenterakecil@yahoo.com. Diakses tanggal 29 Desember 2014.

6. Pustaka Hasil Seminar

Penulis. Tahun. Judul materi (diberi tanda petik dua). Nama konferensi. Kota.

Contoh:

Bentliff, G and O’Donovan. 1999. “Diffusion Artefact of Scanning Tunnelling Electron Microscopy”. Fifth International Workshop of Electron Microscopic Techniques. Canada.
Ingat, beberapa hasil konferensi menyatakan bahwa tidak boleh mengutip materi tanpa izin dari penulis. Oleh karena itu carilah konferensi yang boleh dikutip tanpa harus minta izin ke penulisnya.

7. Pustaka Hasil Wawancara

Nama pembicara (bubuhkan kata interview). Tahun. Judul (diberi tanda petik dua). Kota.

Contoh:

Sudrajat, Ahmad interview. 2014. “Interview of Bandeng History”. Jl. Mertapada 20.
Agar lebih meyakinkan, pastikan Anda telah merekam ketika wawancara tersebut berlangsung. Hal ini menjadi saksi dan bukti bahwa wawancara tersebut memang benar-benar dilakukan.

Catatan Penting Penulisan Nama

1. Nama Penulis Lebih dari Satu Kata

Jika nama penulis terdiri atas dua kata atau lebih ditulis dengan cara dibalik (nama keluarga di depan). Nama utama diikuti tanda koma (,) dan singkatan nama lain diakhiri dengan tanda titik (.). Contoh: Muhammad Habibie ditulis menjadi Habibie, Muhammad. atau Habibie, M.

2. Nama Penulis Diikuti Singkatan

Nama keluarga atau nama utama yang diikuti singkatan ditulis sebagai nama yang menyatu. Contoh: William A.I. ditulis menjadi William, A.I.

3. Nama Penulis dengan Garis Penguhubung

Nama yang lebih dari dua kata tetapi merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan disatukan dengan tanda hubung. Contoh: Ahmad Al-Ghazali ditulis menjadi Al-Ghazali, Ahmad.

4. Penulis Dua Orang

Jika ada 2 penulis, yang dibalik hanya nama 1 penulis saja. Contoh: Saryono, Djoko dan Wahyudi Siswanto.

5. Penulis Lebih Dari Dua Orang

Nama penulis ditulis 1 saja dan diikuti dkk. Misalnya ada 3 penulis yaitu Kisyani Laksono, Bambang Yulianto, dan Titik Harsiati, maka ditulis: Laksono, Kisyani dkk.

6. Penulisan Gelar

Gelar tidak boleh dicantumkan di belakang nama dalam daftar pustaka

Sumber : http://cara.media/

0 Response to "Contoh Penulisan Daftar Pusaka yang Baik dan Benar"